how to work 4 stroke system in diesel engine

Pelajari lebih lanjut mengenai sistem 4 langkah pada engine diesel dengan berbagai model dan series.

lubricating system

Bagaimana cara kerja dan komponen apa saja yang terdapat pada lubricating system ? temukan jawabannya.

Cooling System

Pelajari lebih banyak mengenai cooling system pada engine diesel temukan gejala-gejala overheating atau overcooling pada mesin anda.

fuel system

Mari kita lihat seberapa pentingnya fuel system dalam sebuah engine dan keungulan dari masing-masing komponen.

Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

Oli Pelumas

            Pelumas mesin atau yang lebih dikenal oli mesin memang banyak ragam dan macamnya. Bergantung jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai mesin.




Jenis Oli :

Jenis oli ada 2 yaitu :

  1. Oli Mineral
  2. Oli Sintesis  

 

 

1. Oli Mineral 

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing.



2. Oli Sintetis

Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.



Kualitas

Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute). Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001. Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk katagori sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya katagori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai katagori yang tepat karena oli mesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersih

Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kireja mesin bahkan merusaknya.


Kontaminasi

Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli. Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli yakni

  1. Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
  2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis. Kepulan asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
  3. Bahan Bakar
  4. Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
  5. Ethylene gycol (anti beku)
  6. Produk-produk belerang/asam.
  7. Produuk-produk oksidasi Mengakibatkan oli bertambah kental. Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk.

 

Rabu, 13 Juli 2011

FUEL SYSTEM




Fungsi utama fuel system adalah memberikan bahan bakar yang bersih pada  waktu pembakaran yang tepat (injection timing)  dan mengatur jumlah bahan bakar (fuel delivery) sesui kebutuhan putaran engine/horsepower yang diperlukan. Jumlah bahan bakar yang dibakar di dalam engine berhubungan langsung terhadap jumlah horsepower dan torque yang diperlukan. Secara umum, bertambah banyak bahan bakar yang diterima engine, maka bertambah torque yang tersedia pada flywheel.

Hingga saat ini jenis sistem bahan bakar yang dipergunakan Caterpillar terdiri dari empat prinsip dasar, yaitu :
1.    Pump & Line
2.    Mechanical Unit injector ( MUI )
3.    Mechanical Actuated Electronic Unit Injector ( MEUI/EUI )
4.    Hydraulically Actuated Electronic Unit Injector ( HEUI )
 

Hingga saat ini jenis sistem bahan bakar yang dipergunakan Caterpillar terdiri dari empat prinsip dasar, yaitu :
1.    Pump & Line
2.    Mechanical Unit injector ( MUI )
3.    Mechanical Actuated Electronic Unit Injector ( MEUI/EUI )
4.    Hydraulically Actuated Electronic Unit Injector ( HEUI )

1.2.1        Mechanical Unit Injector (MUI)
Dengan adanya peningkatan standar customer terhadap engine diesel dengan performa dan standar emisi gas buang yang bagus, Caterpillar memproduksi engine diesel dengan proses pembakaran yang lebih sempurna didalam silinder. Salah satu cara menyempurnakan pembakaran adalah dengan meningkatkan tekanan penginjeksian bahan bakar.
Sistem bahan bakar Mechanical actuated Unit Injector memberikan peningkatan performa dan emisi bila dibandingkan dengan sistem bahan bakar yang menggunakan pompa dan saluran bertekanan tinggi (pump & line fuel system).

MUI sistem memiliki keunggulan yaitu :
1.    High pressure fuel lines tidak dipergunakan lagi sehingga injection pressure dapat ditingkatkan mencapai 23,000 psi jika dibandingkan dengan sistem pump & line yang hanya 17,000 psi.
2.    Fuel injection pump dan injector tergabung dalam satu unit pada masing-masing silinder sehingga konstruksinya lebih sederhana.
Disamping keunggulannya, sistem ini masih memiliki keterbatasan antara lain :
1.    Tidak adanya timing advance sebagai pengontrol injection timing.
2.    Walaupun injector secara mekanis diaktifkan oleh rocker arm, tetapi untuk mengatur fuel rate masih dikontrol oleh hydra mechanical governor.

·         Komponen utama sistem MUI, yaitu :
1.      Fuel transfer pump
Kegunaan yang utama dari fuel transfer pump adalah untuk menjaga pasokan bahan bakar yang bersih di dalam sistem bahan bakar.
2.      Primary Fuel Filter
Primary fuel filter berfungsi menyaring kotoran kasar yang terdapat di dalam bahan bakar.
3.       Secondary Fuel Filter
Secondary fuel filter/final fuel filter berfungsi menyaring partikel hingga ukuran 2 micron.
Tidak seperti filter oli, maka filter bahan bakar tidak mempunyai bypass valve. Apabila filter menjadi buntu, maka aliran bahan bakar berhenti dan engine akan mati. Hal ini untuk melindungi engine dari bahan bakar yang kotor.
4.      Fuel Pressure Regulator
Fuel Pressure Regulator berfunsi mengatur Tekanan fuel di fuel gallery sebesar 25-60 psi.
5.      Tanki bahan bakar  (Fuel tank)
Tanki bahan bakar atau fuel tank adalah tempat menyimpan bahan bakar.
6.      Fuel Injector MUI
Berfungsi untuk menyemprotkkan bahan bakar sesui waktu dan jumlah bahan bakar yang diperintahkan. Setiap unit injector MUI mempunyai fuel rack masing-masing, yang diatur oleh governor melalui control shaft yang menggerakkan semua unit injector secara simultan (serempak).
1.2.2        Mechanical Actuated Electronic Unit Injector (MEUI /EUI)
EUI merupakan langkah maju pengembangan sistem bahan bakar  dan terbukti ketangguhan dan kemampuannya. System electronic unit injector menggunakan injektor diatas masing-masing silinder untuk menginjeksikan bahan bakardan dan electronic control module(ECM) untuk mengontrol jumlah bahan bakar(fuel delivery)dan waktu penginjeksian (injection timing). Electronic unit injector menggunakan mekanisme rocker arm untuk menekan tappet yang dibutuhkan untuk menaikkan tekanan fuel didalam unit injector. Rocker arm digerakkan secara mekanis oleh camshaft dan untuk beberapa jenis engine menggunakan perantara lifters dan push rod.
·         Komponen utama System Electronik Unit Injector
1.      Tanki bahan bakar  (Fuel tank)
Tanki bahan bakar atau fuel tank adalah tempat menyimpan bahan bakar.

2.      Primary Fuel Filter
Primary fuel filter berfungsi menyaring kotoran kasar yang terdapat di dalam bahan bakar.

3.      fuel transfer pump
Kegunaan yang utama dari fuel transfer pump adalah untuk menjaga pasokan bahan bakar yang bersih di dalam sistem bahan bakar.

fuel transfer pump(1) dan secondary fuel filter(2)

4.      Final Fuel Filter/ Secondary Fuel Filter

Secondary fuel filter/final fuel filter berfungsi menyaring partikel hingga ukuran 2 micron.

Tidak seperti filter oli, maka filter bahan bakar tidak mempunyai bypass valve. Apabila filter menjadi buntu, maka aliran bahan bakar berhenti dan engine akan mati. Hal ini untuk melindungi engine dari bahan bakar yang kotor.

5.      fuel gallery/fuel line

Berfungsi menyalurkan bahan bakar sesui dengan urutan dan aliran pada sistem bahan bakar.

6.      Fuel Pressure Regulator

Fuel Pressure Regulator berfunsi mengatur Tekanan fuel di fuel gallery sebesar 25-60 psi.



7.      ECM

Otak pada engine elektronik adalah ECM. ECM berfungsi sebagai governor dan komputer sistem bahan bakar. ECM menerima semua sinyal dari sensor-sensor dan mengirimkan arus ke solenoid untuk mengatur timing dan engine speed.
electronic control module

ECM memiliki tiga fungsi dasar:

·         Memberi tegangan untuk bekerjanya komponen-komponen seperti sensor dan injector.

·         Memantau sensor - sensor dan switch

·         Mengatur engine speed dan tenaga



8.      Sensor

Berguna untuk mendeteksi dan mengubah informasi tekanan, temperatur, kecepatan  dan gerakan mekanikal  kedalam bentuk sinyal listrik sehingga dapat terbaca oleh sistem control/ECM.

 sensor

9.      Fuel Injector

Adalah komponen yang berfungsi untuk menginjeksikan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Injector pada system EUI diatur oleh ECM sebagai pengatur Timing dan duration fuel control melalui solenoid yang di energize.

 Fuel Injectors

Selasa, 12 Juli 2011

Cooling system


Sistem pendingin engine bertanggung jawab untuk menjaga suhu engine agar selalu berada pada suhu operasi. Hal itu diperlukan karena engine akan beroperasi optimum pada suhu operasinya. Sistem pendingin mensirkulasikan cairan pendingin ke seluruh engine untuk membuang panas yang timbul akibat pembakaran dan gesekan. Sistem pendinginan menggunakan dasar pemindahan panas. Panas selalu pindah dari sumber panas yang lebih tinggi ke sumber panas yang lebih rendah (dingin). Sumber panas dan media pemindahan panas dapat berupa logam, cairan atau udara. Apabila perbedaan suhu tersebut semakin jauh maka makin banyak panas akan berpindah.

Senin, 11 Juli 2011

Lubricating system

si          Sistem pelumasan pada engine diesel merupakan hal yang penting mengingat tuntutan akan performa yang tinggi. Sistem pelumasan tidak saja berfungsi untuk menyediakan oli yang bersih pada lokasi yang tepat pada engine, tetapi juga oli yang digunakan harus dapat bertahan pada suhu yang tinggi dan waktu penggantian oli yang lebih panjang serta pemakaian oli yang lebih rendah.

Komponen – Komponen Sistem Pelumasan :


4 Stroke System Pada Diesel Engine (sistem empat langkah)



Untuk kali ini kami akan membagikan info-info tentang system 4 langkah pada diesel engine  . Karena latar belakang dari status kami yang pada saat ini adalah mahasiswa dari jurusan alat berat . Mudah-mudahan artikel kami bisa bermanfaat bagi pembaca untuk terus belajar.
      Sebelum kita mengetahui lebih lanjut tentag sistem kerja system 4 langkah pada diesel engine maka ada baiknya bila kita mengenal lebih dahulu dari beberapa komponen-komponen yang penting dari system tersebut. Sebenarnya system 4 langkah ini juga bisa digunakan pada engine gasoline (spark).  Akan tetapi kali ini kami akan membahas cara kerja atau mengenai system 4 langkah pada engine diesel dulu.